Cinta · Kisah

Cerpen : Kamu Boleh Menuliskanku

Dengan Menyebut Nana Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..

Dalam perjalanan pulang itu, aku bertanya kepadamu dan kamu berkata kepadaku..

“Bolehkah aku menulis tentangmu?”

Kamu diam sesaat, dengan suaramu yang khas kamu berkata,

“Kamu boleh menuliskanku sebagai kalimat tanya, yang belum dapat kau sampaikan itu dan boleh juga kamu menulis jawabannya.”

“Kamu juga boleh menuliskanku sebagai sebuah pernyataan, yang selalu tersirat rapih dengan majas-majasnya belum kupahami.”

“Atau kamu boleh menuliskanku sebagai diksi angka-angka, menjadi bilangan yang dapat kamu hitung saat kita belum dapat bertemu.”

Kamu menatapku, saat aku ingin berkata, namun aku kalah denganmu yang langsung berkata,

“Kamu boleh menuliskanku bila kamu mau. Tapi tolong jangan menghapusnya. Biarkan tulisan itu menjadi kenangan dan pembelajaran. Agar kita sama-sama tahu kita pernah ada di cerita yang sama.”

Aku terpaku..

Depok, 14 Agustus 2019

Yaa aku berkata-kata lewat untaian kata..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s